Entri Populer

Selasa, 05 Maret 2013

Pembuktian dan Lewat waktu



Pembuktian

Pembuktian pada prakteknya masuk dalam hukum acara namun juga diatur dalam KUH Perdata sebagai pedoman pasal 1865 KUH Perdata menyebutkan bahwa barang siapa mengajukan peristiwa yang medasarkan suatu hak maka ia berkewajiban membuktikannya dan demikian sebaliknya barang siapa mengajukan suatu peristiwa yang membantah hak orang lain maka ia berkewajiban membuktikannya juga.
  
Ada lima macam alat pembuktian :

  1. Surat-surat, surat-surat dapat dibagi menjadi dua yaitu surat-surat akta resmi (authentiek) yang dibuat oleh/dihadapan pejabat umum yaitu Notaris, Hakim, Juru Sita, Pegawai Pencatat sipil dll dan surat-surat dibawah tangan. Suatu akta resmi mempunyai suatu kekuatan pembuktian yang sempurna
  2. Kesaksian, oleh 2 orang saksi atau lebih yang melihat atau mengalami langsung.
  3. Persangkaan, suatu kesimpulan yang diambildari suatu peristiwa yang sudah terang dan nyata.
  4. Pengakuan yang jujur dan sebenarnya di depan Hakim.
  5. Sumpah sesuai agama dan kepercayaannya.
 Lewat Waktu

Seorang bezitter yang jujur atas suatu benda tidak bergerak lama kelamaan (setelah lewat 20 tahun) berturut-turut dan tidak pernah mendapat gangguan ia bisa memperoleh hak milik atas benda tersebut.

Dalam ketentuan undang-undang ditetapkan bahwa dengan lewatnya waktu 30 tahun setiap orang dibebaskan dari semua penagihan atau tuntutan hukum.

Dengan lewatnya waktu sebagaimana yang ditentukan dalam perjanjian maka berakhirlah perjanjian tersebut dengan sendirinya.

Sumber :
- Prof. Subekti, SH, R. Tjitrosudibio, Kitab Undang-undang Hukum Perdata, cetakan ke 25, 1992
- Prof. Subekti, SH, Pokok-Pokok Hukum Perdata, PT Intermasa, cetakan ke 32, 2005

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar